PA Surabaya Ikuti Simulasi Seleksi Wawancara Bahasa Arab Tahap II dengan Penguji dari Riyadh
Surabaya, 10 Desember 2025 — Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan peradilan agama terus digencarkan melalui berbagai program pengembangan kompetensi berstandar internasional. Salah satunya adalah seleksi Wawancara Bahasa Arab Tahap II yang melibatkan penguji langsung dari Universitas Al Imam Ibnu Su'ud Riyadh, Arab Saudi. Program ini menjadi bukti bahwa pembinaan SDM peradilan telah bergerak menuju level global, khususnya dalam penguasaan bahasa sebagai sarana komunikasi hukum internasional.

Pengadilan Agama Surabaya turut berpartisipasi dalam simulasi pelaksanaan kegiatan ini melalui dua hakim yang menjadi peserta seleksi, yaitu Dr. Abdul Mustopa, S.H.I., M.H. dan Drs. Suyadi, M.H. Simulasi ini dilaksanakan secara daring dan dipantau langsung oleh Subdit Pengembangan Ditjen Badilag sebagai penyelenggara kegiatan. “Simulasi ini penting untuk memastikan kesiapan peserta, karena format pengujian internasional menuntut ketelitian, kefasihan, dan mental yang matang,” ujar perwakilan Subdit Pengembangan Ditjen Badilag.

Dalam pelaksanaannya, sistem pengujian dilakukan dengan pola 1 penguji untuk 1 peserta, namun tiga penguji dari Riyadh tetap hadir untuk memastikan kualitas penilaian. Teknis pengujian telah ditetapkan berlangsung pada hari Jumat dan Sabtu untuk menyesuaikan waktu dengan pihak universitas di Arab Saudi. Hal ini menjadikan proses seleksi semakin kredibel dan berstandar tinggi. Salah satu peserta dari PA Surabaya, Dr. Abdul Mustopa, menyampaikan kesan positif terhadap simulasi yang telah dilaksanakan. “Simulasi ini sangat membantu kami memahami ritme dan tekanan ujian yang sesungguhnya. Saya merasa lebih siap dan termotivasi untuk memberikan yang terbaik pada seleksi resmi nanti,” ungkapnya. PA Surabaya berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan bahasa Arab hakim sehingga mampu mendukung tugas peradilan secara profesional dan berdaya saing global.












Berita Terkait: