PA Surabaya Laksanakan Simulasi E Test Fit and Proper Test Calon Hakim Tinggi 2025
Surabaya, 22 Desember 2025 - Di balik kualitas putusan pengadilan, terdapat proses panjang pembinaan dan seleksi aparatur yang ketat. Setiap calon hakim tinggi dituntut memiliki kapasitas intelektual, integritas moral, serta pemahaman etik yang kuat. Oleh karena itu, kesiapan teknis dan mental menjadi aspek penting sebelum menghadapi tahapan seleksi utama.
Sebagai bagian dari rangkaian tersebut, Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama melaksanakan Simulasi E-Test Fit and Proper Test Calon Hakim Tinggi Peradilan Agama Tahun 2025. Simulasi ini bertujuan untuk memberikan gambaran alur pengerjaan soal, sistem penilaian, serta mekanisme ujian berbasis elektronik. Panitia menegaskan, "Dimohon agar peserta fokus mengerjakan soal, sementara kendala teknis jaringan dikoordinasikan dengan pendamping IT masing-masing satuan kerja".

Simulasi dari Pengadilan Agama Surabaya diikuti oleh sepuluh hakim peserta dengan penuh kesungguhan. Para peserta mengikuti seluruh tahapan simulasi secara tertib dan disiplin. Drs. Suyadi, M.H selaku hakim PA Surabaya menyampaikan bahwa simulasi ini sangat membantu dalam membangun kesiapan menghadapi ujian utama. “Melalui simulasi ini, kami menjadi lebih memahami sistem dan alur E-Test sehingga dapat lebih fokus pada substansi saat ujian sebenarnya,” ungkap Drs. Suyadi, M.H. Ia menilai sistem elektronik mendorong objektivitas dan profesionalisme dalam seleksi. Dengan simulasi ini, PA Surabaya optimis dapat mengikuti Fit and Proper Test Tahun 2025 secara optimal dan berintegritas.












Berita Terkait: