PA Surabaya Perkuat Peran Riset Mahasiswa tentang Hak Nafkah Pascaperceraian
Surabaya, 10 Februari 2026 — Perubahan sosial dan kompleksitas persoalan keluarga menuntut kajian hukum yang semakin mendalam dan berbasis fakta. Lembaga peradilan tidak hanya berfungsi sebagai penyelesai perkara, tetapi juga sebagai sumber pembelajaran bagi pengembangan ilmu hukum. Dalam semangat keterbukaan tersebut, Pengadilan Agama Surabaya terus membuka ruang kolaborasi dengan kalangan akademisi.

Komitmen itu kembali diwujudkan melalui dukungan terhadap mahasiswa dari Universitas Uluwiyah Mojokerto yang mengajukan izin penelitian di PA Surabaya pada pagi hari. Penelitian yang diajukan mengangkat judul Analisis Yuridis terhadap Pembekuan Identitas dalam Pemenuhan Nafkah Gugatan Pascaperceraian. Kajian ini difokuskan pada studi kasus yang ditangani oleh Pengadilan Agama Surabaya.

Dalam kesempatan tersebut, Hakim PA Surabaya, Drs. Hamzanwadi, M.H., memberikan arahan mengenai pentingnya penelitian hukum yang berpijak pada praktik peradilan. “Mahasiswa perlu memahami bahwa putusan pengadilan lahir dari pertimbangan yuridis dan keadilan yang saling berkaitan,” ujar beliau. Menurutnya, riset akademik dapat menjadi sarana evaluasi sekaligus pengayaan perspektif hukum keluarga. PA Surabaya menyambut baik kegiatan penelitian sebagai bagian dari kontribusi institusi terhadap pengembangan keilmuan. Melalui akses yang terarah dan sesuai ketentuan, mahasiswa diharapkan mampu menyusun karya ilmiah yang objektif dan bertanggung jawab. Ke depan, PA Surabaya berharap hasil penelitian tersebut dapat memberi manfaat nyata bagi penguatan layanan hukum dan perlindungan hak-hak para pencari keadilan.












Berita Terkait: