PA Surabaya Tunjukkan Komitmen Lewat Ujian Wawancara CWKPA Kelas IB dan II
Surabaya, 27 November 2025 — Di tengah tantangan penegakan hukum yang semakin kompleks, kebutuhan akan sosok pemimpin peradilan yang berintegritas dan visioner menjadi sebuah keniscayaan. Bukan hanya kecerdasan hukum yang dibutuhkan, tetapi juga keteguhan moral dan kemampuan memimpin perubahan. Inilah yang menjadi landasan dilaksanakannya tahapan seleksi penting bagi calon pimpinan di lingkungan peradilan agama.

Mahkamah Agung Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama (Badilag) menyelenggarakan Ujian Wawancara Fit and Proper Test (F&P Test) bagi Calon Wakil Ketua Pengadilan Agama (CWKPA) Kelas IB dan Kelas II. Kegiatan ini digelar secara terpusat mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai sebagai bagian dari rangkaian seleksi kepemimpinan. Dirjen Badilag menegaskan, “Proses ini bertujuan memastikan setiap calon pimpinan memiliki integritas, kapasitas kepemimpinan, serta komitmen kuat terhadap reformasi peradilan.”

Salah satu peserta yang mengikuti tahapan penting ini adalah Hakim Pengadilan Agama Surabaya, Dr. Abdul Mustopa, S.H.I., M.H. Dalam wawancara, beliau menjalani penilaian mencakup aspek integritas dan etika yudisial, kompetensi manajerial, pemahaman teknis, serta komitmen terhadap pelayanan publik. “Saya memandang proses ini sebagai bentuk amanah sekaligus kesempatan untuk terus berkontribusi memperkuat pelayanan peradilan yang profesional dan berorientasi pada masyarakat pencari keadilan,” ungkap Dr. Abdul Mustopa. Pelaksanaan Fit and Proper Test ini menjadi wujud komitmen Mahkamah Agung dalam menghadirkan pimpinan yang tidak hanya unggul secara administratif tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan yang kuat. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan lancar dengan menjunjung prinsip objektivitas dan transparansi. Hasil akhir seleksi akan diumumkan kemudian sesuai ketentuan yang ditetapkan Mahkamah Agung Republik Indonesia.












Berita Terkait: