Pengadilan Agama Surabaya menyelenggarakan kegiatan Pengarahan Teknis dan Sosialisasi Pekerjaan bagi Tenaga Outsourcing bersama PT Athena Surabaya
Surabaya, 6 Januari 2025 — Kualitas layanan publik di lingkungan peradilan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan dan sistem kerja, tetapi juga oleh kesiapan seluruh unsur pendukung yang terlibat di dalamnya. Setiap peran, sekecil apa pun, memiliki kontribusi penting dalam membangun citra lembaga peradilan yang profesional dan terpercaya. Kesadaran inilah yang menjadi landasan Pengadilan Agama Surabaya dalam menata pola kerja yang tertib dan berkelanjutan.
Dalam upaya menyamakan persepsi dan meningkatkan pemahaman tugas, Pengadilan Agama Surabaya menyelenggarakan kegiatan Pengarahan Teknis dan Sosialisasi Pekerjaan bagi Tenaga Outsourcing bersama PT. Athena Surabaya, dihadiri Kasub Umum dan Keuangan Pengadilan Agama Surabaya, Heru Santoso, S.H.I., Tenaga Outsourcing PA Surabaya dan perwakilan PT Athena Surabaya. Kegiatan ini diarahkan untuk memperjelas standar kerja, etika pelayanan, serta tanggung jawab masing-masing personel dalam mendukung kelancaran operasional kantor. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan kerja yang lebih disiplin dan terkoordinasi.
Kasub Umum dan Keuangan Pengadilan Agama Surabaya, Heru Santoso, S.H.I., menekankan pentingnya pemahaman peran bagi tenaga outsourcing sebagai bagian dari satu kesatuan sistem kerja. “Tenaga outsourcing memiliki peran strategis dalam mendukung pelayanan peradilan, sehingga diperlukan pemahaman yang utuh terhadap tugas, kedisiplinan, dan etika kerja,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa profesionalisme harus menjadi budaya bersama dalam setiap lini pelayanan. Melalui kegiatan ini, Pengadilan Agama Surabaya berharap tercipta keselarasan antara kebijakan lembaga dan pelaksanaan teknis di lapangan. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu meningkatkan efektivitas kerja serta kenyamanan masyarakat pencari keadilan. Dengan dukungan sumber daya manusia yang profesional, PA Surabaya optimistis kualitas layanan publik dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan.












Berita Terkait: