logo

Perempuan dan anak memiliki hak konstitusional

Setiap perempuan dan anak-anak warga negara Indonesia memiliki hak konstitusional sama dengan warga negara Indonesia yang laki-laki. Penguatan hak-hak perempuan yang termuat da
Perempuan dan anak memiliki hak konstitusional

Pelayanan Istimewa SATE MEDURA 13

Kami Hadirkan Pelayanan Istimewa kepada pihak yang telah melakukan pemesanan produk (akta cerai, salinan putusan, salinan penetapan) melalui PAK BOPP, kepadanya kami persila
Pelayanan Istimewa SATE MEDURA 13

Covid-19 Update : Ambil Produk Pengadilan Tanpa harus Antri

  di Masa Pandemi Covid 19, Manfaatkan fasilitas Booking Pengambilan Produk Pengadilan (Akta Cerai, Salinan Putusan, Salinan Penetapan) Klik disini Untuk
Covid-19 Update : Ambil Produk Pengadilan Tanpa harus Antri

Biaya Perkara

Estimasi panjar biaya yang dibayar oleh pihak yang berperkara dalam proses penyelesaian suatu perkara.

Informasi Jam Pelayanan

Informasi Mengenai Jam Pelayanan Peradilan di Pengadilan Agama Surabaya

Jadwal Sidang

-

SIPP

Melalui Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), anda akan mengetahui tahapan, status dan riwayat perkara.

e-court

Layanan Pendaftaran Perkara, Taksiran Panjar Biaya Perkara, Pembayaran dan Pemanggilan yang dilakukan Secara Online.

SIWAS

SIWAS adalah aplikasi pengaduan yang disediakan oleh Badan Pengawasan Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Instan Padu

Aplikasi Informasi Kerjasama Pengadilan Agama Surabaya dan BPN Surabaya 1

Informasi Produk Peradilan

Gunakan layanan Pak Bopp untuk reservasi/booking produk pengadilan

Survey Kepuasan Masyarakat

Sistem Informasi Persidangan, Booking Produk Pengadilan, dan Survey Layanan

Gugatan Permohonan Mandiri

Layanan Pembuatan Gugatan / Permohonan secara mandiri. Untuk Pelayanan yang lebih mudah, cepat dan biaya ringan

Dipublikasikan oleh admin on . Hits: 979

Mengingat Tuhan, Menenangkan Hati, Mengapa?

 

 

Oleh : Amam Fakhrur

Tak banyak yang faham benar  tentang seluk beluk bagaimana  pesawat dapat terkendali sejak take off dan terbang  dari satu bandara sampai  landing di bandara lainnya. Wajar saja kalau kemudian terjadi ragam pemahaman tentang keberadaan pilot dalam pesawat. 

Dalam sebuah penerbangan non komersial, duduk berderet tiga penumpang, ketiganya  terlibat asyik dalam percakapan soal pilot pesawat. “ Pesawat yang kita tumpangi ini adalah tanpa pilot, pesawat ini  di remote controle oleh operator dari terminal keberangkatan, seperti pesawat ulang alik menuju ruang angkasa yang tanpa awak, komentar Rukmana, penumpang di deret paling kanan. Anggapan Rukmana disergah oleh Dessy, penumpang yang duduk di bagaian tengah dengan mengatakan, “ Pesawat ini menggunakan pilot, cuman ia  hanya bekerja pada saat pesawat akan take off, ia cukup sekali menekan tombol, setelah itu pilot tidak ngutak ngutik  lagi  perangkat pesawat , bisa jadi ia tinggal tidur pulas atau main game semaunya, pesawat dapat lepas landas secara mandiri tanpa kemudinya. Umaya, penumpang yang duduk di deret paling kiri menyangkal dua pandangan sebelumnya dengan menyatakan bahwa pesawat ini ada pilotnya, ia aktif mengarahkan, mengontrol dan mengemudikan pesawat secara on time , pilot tersebut sangat kompeten dan profesional, ia adalah suami saya.

Bila dalam pesawat tersebut di atas terjadi goncangan,  turbulensi, entah karena cuaca atau karena kendala teknis pesawat, siapakah yang paling tenang di antara ketiga penumpang tersebut  ? Jawabnya dapat diduga, yang paling tenang, tidak panik di antara ketiganya adalah Umaya. Mengapa ? Karena Umaya mengetahui dan mengenal bahwa di dalam pesawat ada pilot yang berusaha mengendalikan selama dalam penerbangan, ia sangat kompeten,dapat dipercaya  dan profesional, sehingga ia akan berusaha mengatasi dengan cara terbaik. Berbeda dengan dua penumpang lainnya, keduanya akan kalut, panik, karena Rukmana tidak percaya bahwa di dalam pesawat terdapat pilot, dan Dessy memang percaya bahwa di dalam pesawat terdapat pilot, namun  ia hanya bekerja di jelang take off , setelah itu ia menyerahkan kepada sistem, seterusnya ia sak karepe dewe

Ceritera tentang cara pandang terhadap keberadaan  pilot tersebut di atas, dapat dianalogkan dengan cara pandang manusia terhadap Tuhan kaitannya dengan peristiwa-peristiwa yang meliputinya. Ragam kejadian manusia dalam meniti sejarah kehidupan, tak hanya terwujudnya harapan dan cita-cita, tetapi ketidakselarasan antara harapan dan taqdir yang terjadi, potensial melahirkan situasi psychis yang mengguncangkan. Dalam situasi yang demikian, maka seharusnya manusia menguatkan bangunan relasi dan komunikasi yang sebenarnya dengan Tuhan, yaitu dengan mengingat Tuhan. Allah SWT, berfirman, “Karena itu , ingatlah kamu  kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu “  ( QS. Al-Baqarah, 152 ). “ Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram, dengan berdzikir ( mengingat Allah ). Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenteram ( QS.Ar.Ra’du,28 ).

Orang yang mengingat ( dzikir ) Allah , adalah orang meyakini bahwa Allah adalah dzat yang tidak hanya menciptakan jagat raya termasuk dirinya, tetapi Ia adalah Dzat yang Maha Profesional, penuh perhitungan dalam penciptaan-penciptaanan-Nya dan dalam memberikan kejadian-kejadian kepada hamba-Nya.  Oleh karena itu ia mempercayai segala kejadian yang menimpa pada dirinya adalah skenario terbaik dari Allah. Ia  memasrahkan dan mempercayai segala takdir yang diterima  adalah  produksi terbaik dari-Nya. Wajar saja cara pendang seperti ini menghadirkan ketenangan dalam hati.

Ia adalah seorang yang mengingat tidak hanya dalam lisan, tetapi kepercayaan total kepada Tuhan yang terhujam di dalam hati. Suatu ketika iapun rela dan  sadar meluangkan waktu - waktu khusus dalam ritual istimewa untuk memperteguh mengingat-Nya. Mengingat di setiap ruang dan di setiap waktu, tidak tergantung kepada ritual yang penuh dekorasi di atas panggung, apalagi ritual yang bergantung kepada proposal, sama sekali tidak. Ia murni mengingat Tuhan.

Efek sampingnya, dengan mengingat Tuhan, segala awan ketakutan,  kerisauan,kugundahan, kekesalan, kegoncangan akibat permasalahan  kehidupan akan terterapi secara terukur. Segunung tumpukan problematika dan beban kehidupan akan sirna. Ia dapat melepaskan dari segala berhala yang membelenggu yang mendorong untuk menjadikan ketidaktenagan hati. 
Dalam mengingat Tuhan, terdapat nilai-nailai kepasrahan ( tawakkal ) kepada-Nya,keyakinan penuh kepada-Nya, ketergantungan diri kepada-Nya, berbaik sangka kepada-Nya, dan pengharapan kebaikan kepada-Nya.. 

Kalau dalam catatan ini, diawali  narasi ceritera  cara pandang tiga penumpang tentang pilot pesawat , hal itu hanyalah intro dan sekedar  penggambaran untuk memudahkan pemahaman bahwa mengingat Tuhan akan menenangkan hati. Wallahu a'lam.

 

Hubungi Kami

Pengadilan Agama Surabaya Klas IA

Jl. Ketintang Madya VI/3, Surabaya

031-8292146, 0811-3332-211

031-8293341

pasurabaya@yahoo.co.id