Ketua PA Surabaya Hadiri Penutupan Munas IKAHI XXI Teguhkan Soliditas dan Persatuan Hakim Indonesia
Jakarta, 16 Desember 2025 - Dinamika organisasi profesi hakim menuntut kedewasaan, kebersamaan, dan visi yang berkelanjutan dalam menjawab tantangan peradilan ke depan. Di tengah perubahan sosial dan hukum yang semakin kompleks, konsolidasi internal menjadi kunci menjaga marwah dan integritas profesi hakim. Semangat inilah yang mewarnai berakhirnya Musyawarah Nasional Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) ke-XXI Tahun 2025.

Munas IKAHI XXI resmi ditutup oleh Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia, Prof. Dr. Sunarto, S.H., M.H., di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Pusat. Dalam sambutannya, Ketua MA menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Munas yang berlangsung tertib, lancar, dan penuh nuansa persaudaraan. Ia menegaskan, “Proses musyawarah hingga pemilihan Ketua Umum IKAHI telah berlangsung secara bermartabat, demokratis, dan mencerminkan kedewasaan berorganisasi.”

Ketua Mahkamah Agung juga mengajak seluruh anggota IKAHI untuk kembali bersatu dan mendukung kepemimpinan baru demi kemajuan organisasi. Menurutnya, tantangan dunia peradilan ke depan membutuhkan dukungan kolektif dari seluruh hakim, baik melalui pemikiran, tenaga, maupun kebersamaan. “Dengan terpilihnya Ketua Umum IKAHI yang baru, tidak ada lagi perbedaan, karena siapapun yang terpilih adalah pimpinan kita bersama,” tegas Prof. Sunarto.
Dari Pengadilan Agama Surabaya, Ketua PA Surabaya Dr. H. Suhartono, S.H., M.H., turut hadir dalam rangkaian Munas tersebut sebagai bentuk komitmen mendukung soliditas organisasi hakim. Ia menyampaikan apresiasi atas jalannya Munas yang sarat nilai demokrasi dan persaudaraan. “Munas ini menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan hakim dan memastikan IKAHI terus berperan aktif menjaga integritas serta profesionalitas peradilan,” ungkap Ketua PA Surabaya.












Berita Terkait: